Jumat, 02 Desember 2011

Untuk Ibu


Dalam hari-hariku, aku selalu menyayangimu. Meskipun aku bukanlah anakmu, namun bagiku engkau adalah sosok ibu bagiku.

Ibu yang selalu memberikanku bayangan kekuatan, ibu yang memberikanku semangat kehidupan. Meskipun ibu tidak mengetahui akan hal itu. Dan ku tahu masih ada rasa enggan di batin ibu namun, aku tetap berusaha menjadi yang terbaik menyentuh kehidupan keluarga ibu. Disini aku selalu mencintai dan menyayangi ibu. Ibu adalah pelita bagi kehidupanku. Ibu hadir disaat aku mengenal dirinya dari hidupku. Walaupun ku tahu, bahwa kini ibu belum menjadi ibuku. Dalam hariku selalu terucap doa untukmu. Dalam tangis, dalam derai air mataku menyisakan kesedihan yang  tersendiri bagiku. Ketika aku melihat ibu terbaring lemah di rumah sakit hatiku sedih, rasa sesak nafas ini menahan air mata yang ingin terjatuh, mengucur dan membasahi pipiku. Ibu adalah segala-galanya bagiku. Tak pernah terbayangkan aku akan bertemu dengan sosok ibu yang begitu tangguh, begitu kuat menjalani hidup ini. Ibu membuka mata hatiku untuk tetap bersabar menjalani perihnya kehidupan. Terima kasih ibu, ibu adalah permata hatiku. Aku akan tetap menyayangimu hingga aku dan dirinya bersatu dalam ikatan yang suci.

0 Comment:

Posting Komentar