Saat itu usiaku belum genap 17 tahun, secara tidak sengaja aku mengenalnya melalui dunia maya. Waktu itu nickname dalam chating yang ia pakai adalah yamada46. Ia yang menambahkanku ke dalam friend listnya. Awalnya, aku menganggapnya biasa-biasa saja. Yah, sama seperti teman-temanku yang lainnya. Tiba-tiba saja ia menyapaku dengan private, “Hi …” Sapanya dengan lembut. “Hi ..”Jawabku pula dengan singkat.
Dengan siapa dan dimana ?” Tanyanya dengan keakraban. Aku yang waktu itu masih sibuk menanggapi pv( chat pribadi ) lainnya, yah karena banyaknya yang pv, mungkin terlalu lama dia menunggu balasanku, hehe .. maaf ya. ^^Akhirnya aku pun segera membalas pvnya, “panggil aja … n’ tinggal di smd.” Sahutku dengan serius. Dan aku menanyakan hal yang sama seperti apa yang ia tanyakan kepadaku waktu itu. Ternyata ia adalah seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri di kotaku tinggal. Setelah beberapa waktu aku mengenalnya, entah mengapa ia selalu membuatku merasa tenang. Jujur, sebelum dan saat aku mengenal dirinya perasaanku saat itu sedang dilanda kegundahan yang membuatku terlarut dalam kesedihan. Namun, ia selalu membuatku tersenyum meskipun senyum itu hanya sebentar saja. Dari sekian teman-temanku di chating, hanya dia yang aku percaya untuk meluapkan segala curahan isi hatiku termasuk masalah pribadiku. Sebelumnya, aku tak berani menceritakan hal-hal pribadiku kepada orang lain, apalagi pada orang yang pertama kali aku kenal melalui dunia maya yang secara kasat mata ketemu aja belum pernah.
Aku sendiri juga heran mengapa aku percaya pada sosok pria itu. Ketika aku share kepadanya, ia yang mungkin duduk menghadap layar komputernya dengan serius membalas pvku, ia selalu memberikanku nasehat dan perhatian serta kepedulian terhadapku. Sejak itu pula hatiku mulai merasakan hal yang berbeda padanya. Entah itu perasaan sebagai saudara atau lain, yah, memang waktu itu aku memanggilnya dengan sebutan kakak. Karena usianya yang lebih tua dariku.
Sikap kedewasaannya di dunia maya yang selalu memberikanku kekuatan dalam menghadapi masalah-masalah hidupku, ia yang selalu mensupportku dan membuatku tersenyum. Setiap kali aku online yang anehnya, aku Cuma mencari nicknya saja. “Apa dia online ya … ?” Pikirku sekilas. Hehe ..
Dan ketika telah online, benar sekali. Ia sedang online juga. Rasanya senang sekali ketika melihat nick yamada46 online. Wah, sungguh tak disangka namun dengan penuh harapanku jiga sih .. ^^
Jujur aku malu untuk menyapanya, dan aku pun tetap menunggunya untuk menyapaku lebih dulu. Dan akhirnya ia pun menyapaku .. Alhamdulillah, harapanku terkabul. Betapa senangnya hatiku waktu itu, apalagi saat-saat kami mengobrol di pv, rasanya seperti sudah mengenalnya dengan akrab, padahal belum pernah sama sekali.
Ketika waktu itu ia mengajakku untuk bertemu dengannya, perasaanku senang namun masih tetap takut juga sih. Yah, karena dari sekian banyak teman chat yang mengajakku untuk bertemu aku menolaknya dengan mentah-mentah. Wah, aku kejam ya ?? hmmmm …
Tetapi ketika ia yang mengajakku, aku masih memikirkannya dengan penuh keseriusan. “Ketemu, atau gak ya ?” Pikirku dengan bimbang. Akhirnya aku pun memutuskan untuk bertemu dengannya.
Kami pun membahas waktu, dan tempat untuk kita bertemu waktu itu. Aku yang waktu itu masih cemas, namun aku berusaha untuk membuang jauh-jauh perasaan itu. Toh, ajakan itu sudah aku terima juga. Setelah berunding, dan sempat ada sedikit perubahan tempat karena aku masih agak cemas gitu, yah aku jadi serba bimbang. Namun, kami telah menemukan tempat yang benar-benar membuat perasaan aku menjadi tidak cemas lagi, dan tempat itu adalah di sebuah masjid di kota tempat kami tinggal.
Keesokan harinya, aku mulai bersiap-siap untuk bertemu dengan sosok pria dengan nick yamada46 itu di sebuah masjid. Ia yang saat itu telah berada di masjid lebih dulu dan aku pun mengkonfirmasinya untuk bertemu seusai shalat isya saja. Karena malam itu tengah dirintikin oleh butiran gerimis air hujan. Gak mungkin kan aku membatalkan janji itu, yah aku tetap berniat untuk pergi menemuinya dengan ditemani oleh adik perempuanku.
Seusai shalat isya, aku pun segera turun menuju tempat parkiran. Dengan tiba-tiba handphoneku berdering, dan ternyata ia meneleponku. Aku pun segera mengangkatnya. Itu pertama kali aku mendengar suaranya melalui telepon karena sebelumnya aku hanya berkomunikasi dengannya melalui chat ataupun pesan singkat ( SMS ) saja.
“Assalamu’alaikum, dimana de .. ?” Tanyanya. “Wa’alaikumsalam, ini sudah di parkiran.” Jawabku. “Oh, iya ini kakak sudah liat kok, tunggu ya.”Sahutnya lagi. Telepon itu pun berakhir. Dan perasaan agak sedikit cemas masih saja menghantuiku. Beberapa detik kemudian, ada motor datang menghampiriku. Firasatku mengatakan bahwa ini adalah seseorang yang aku tunggu itu. Benar, ternyata yamada46 itu telah berada di depan mataku.
“Assalamu’alaikum …” Sapanya kepadaku dengan senyuman. “Wa’alaikumsalam kak, jawabku dengan pelan. Akhirnya kami mengobrol di sana. Namun, obrolan itu terhenti ketika ada seseorang yang menegur kami dan mengatakan bahwa pintu pagar masjidnya akan segera di tutup. Kami pun segera beranjak untuk pergi dari masjid itu. Kami berencana keluar melalui pintu pagar belakang, namun pintu telah ditutup. Akhirnya kami keluar melalui pintu pagar depan saja. Dan sebelum kami berpisah jalur pulang, dia masih saja membuat candaan-candaan di sepanjang jalur yang sama kita lalui itu. Hehehe ..
Setiba dirumah, aku segera online lagi dan ternyata dia juga online. Betapa bahagianya bias melanjutkan obrolan yang sempat terputus ketika di masjid tadi. ^^ Hmmm, … Cukup deh, itu aja cerita singkatku mengenal dirinya.


0 Comment:
Posting Komentar